SILATURAHIM POSKK Se-DPC PASAR MINGGU

Bicara Seks pada anak dapat mengurangi Penyimpangan Seksual

Menjelang Ramadhan 1429H Pos Keluarga Keadilan DPC Pasar MInggu mengadakan silaturahim akbar melalui acara seminar kewanitaan dengan tema “Bicara Seks pada Anak”. Acara yang dilangsungkan pada hari Sabtu, 23 Agustus 2008 ini bertempat di aula smkn 57 dan dihadiri lebih 100 peserta ini berjalan cukup meriah. beberapa stand yang terdiri dari stand bazar, stand tumpeng dan stand kreatifitas ibu-ibu posKK tampak meriah dengan segala pernak pernik dan kreasi barangnya. Tak jarang juga dari para peserta stand dengan senang hati menjelaskan apa yang menjadi andalan stand mereka dan bagaimana mereka membuatnya.

Acara yang dipelopori oleh kewanitaan DPC lewat komando Ibu Fitri Hariyanti Rahayu selaku Ketua Pelaksana, memang cukup diacungi jempol, selain sebagai suatu kepedulian terhadap pola asuh anak, Pos Keluarga Keadilan juga turut membantu para ibu dalam meningkatkan keahlian dan keterampilan guna membantu pemenuhan ekonomi mereka.

Ibu Engkur selaku Ketua Kewanitaan DPC Pasar Minggu mengatakan, “Suatu masyarakat yang baik diawali oleh keluarga yang baik, karena itu Partai Keadilan Sejahtera merupakan sarana untuk menebar kebaikan dimasyarakat. tidak hanya berpolitik saja, tapi seluruh aspek terutama aspek rumah tangga, dan acara ini adalah bentuk terima kasih sederhana dari partai keadilan sejahtera kepada para ibu selaku tiang keluarga yang telah mendukung kami”.

Antusiasme para ibu dan para remaja putri yang ikut menghadiri acara ini sangat mewarnai jalannya acara. “Acara ini alhamdulillah dapat berjalan dengan baik, walau yang datang baru 50 % tapi ditengah bentroknya acara dengan beragama kegiatan DPC lainnya, kami bisa katakan cukup baik acara hari ini. mudah-mudahan acara berikutnya bisa lebih baik dan lebih kualits lagi.” Ungkap Sri yang menjadi kordinator dari Sie acara tersebut.

Seminar pendidikan dengan tema bicara seks pada anak ini memang lain dari biasanya. hal ini menjadi suatu issu yang penting untuk diangkat mengingat tak terhitungnya penyimpangan dan kekerasan seksual pada anak terjadi di Indonesia. Dini Rahma Bintari, S.Psi M.Psi yang menjadi pembicara sekaligus praktisi Klinis dewasa dan menangani beragam kasus di Konseling RSCM dan Konseling di Polres Depok mengatakan bahwa sebagian besar kasus kekerasan seksual yang menimpa para korban yang tercatat di RSCM ataupun di Polres Depok dialami oleh anak anak dibawah umur. hal ini menjadi introspeksi besar para psikolog dan pakar pendidikan untuk meneliti lebih jauh apa faktor utama penyebab kekerasan seksual pada anak tersebut.

Seiring sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan tentang pola asuh dan perkembangan anak, di ketahui fakta mengejutkan bahwa di Indonesia ada 56 dari 70 anak yang terbukti melakukan hubungan seksual diluar nikah. hal ini menggelitik para psikolog dan para pemerhati anak di Indonesia. Dini kemudian mengatakan,”Di Amerika yang secara gamblang menggencarkan pendidikan seks untuk anak, ternyata mengalami fakta pahit atas kekerasan seksual terhadap para remaja mereka. ternyata ada kekurangan dalam pola pendidikan seks disana, yaitu kurangnya penanaman moral dan agama, sedangkan kita yang orang Islam tanpa menyadari ternyata Rasulullah mengajarkan kita bagaimana mengajarkan seks pada anak.”

Selanjutnya Dini mengatakan mengajarkan seks pada anak dapat dilakukan sebelum si anak itu lahir, lewat kecanggihan USG saat ini jenis kelamin anak dapat diketahui dengan mudah. hal ini dapat menjadi sebuah awal pengenalan seks kepada si anak lewat panggilan khas, sholeh jika anak itu laki, sholeha jika anak itu wanita misalnya. Pola asuh yang seimbang antara ibu dan ayah serta penanaman nilai agama dan moral menjadi faktor utama dalam perkembangan kematangan seksual anak dan mampu meminimalisir penyimpangan seksual yang mungkin dapat terjadi seiring masa pubertas.(by. Mila Damayanti)

Tinggalkan Balasan