Asbabul Futur wa Ilajuha

SERI TAUJIHAT PEKANAN KADER PK-SEJAHTERA 1429 H

“dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.( 3: 146 )

Akhi fillah bahwa…
Pengikut yang Bertakwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah dan tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah  menyukai orang-orang yang bersabar.

Baca lebih lanjut

Iklan

SABAR, TSABAT DALAM MENGHADAPI RINTANGAN DAKWAH

SERI TAUJIHAT PEKANAN KADER PK-SEJAHTERA 1429 H

 

Ikhwati fillah….

Marilah kita renungkan dan tadabburi ayat ini

مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً

(23: الأحزاب)

Di antara orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah maka diantara mereka ada yang gugur dan diantara mereka ada pula yang menunggu dan mereka tidak merubah janjinya.(QS : Al-Ahzab : 23)

Imam Syahid berpesan :

Senantiasa kita bergerak dan berjihad serta bersabar hingga kita meraih kemenangan meskipun tujuan masih jauh dan membutuhkan waktu bertahun tahun sampai ajal menjemput Dan janganlah kita merubah janji kita (wama badalu tabdila ) .

Akhi fillah

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak didapati kejadian-kejadian yang imagemembutuhkan  kesabaran. Karena memang hidup itu sendiri merupakan perjuangan yang tidak lepas dari segala macam tantangan. Dan sikap yang terbaik untuk menghadapinya adalah bersabar dan tidak gegabah sebagaimana hadis Rasulullah:

إنَ لِلَهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى ، وكُلُ شَيِءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًى ، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Sesungguhnya Allah berhak mengambil dan memberi ( hidup tidak lepas dari segala macam tantangan ) dan segala sesuatu itu ada batasnya hendaknya ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah.

Baca lebih lanjut

Merajut Ukhuwah untuk Kemenangan Dakwah

SERI TAUJIHAT PEKANAN KADER PK-SEJAHTERA 1429 H

 

Ikhwati fillah……

DALAM suatu riwayat Rasulullah saw. pernah bertanya kepada para sahabatnya, 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – : أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَكْرَمِ أَخْلاَقِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ؟ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتُعْطِى مَنْ حَرَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ

image Nabi saw bersabda : Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu” (HR. Baihaqi)

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).

Baca lebih lanjut

Misi Dakwah Kita: Perubahan dan Perbaikan (Taghyir wal Ishlah)

Seri Taujihat Pekanan Kader PK-Sejahtera 1429 H

 

Ikhwan wa Akhwat Fiddin rahimakumullah….

imagePelajaran apa yang bisa kita ambil dari penaklukan kota dan negeri di era dakwah   Rasulullah saw ? Mungkin banyak sekali. Di situ ada pelajaran tentang keberanian, ketaatan, pengorbanan, konsistensi, dan masih banyak hal lain.

Namun, ada satu hal menarik untuk kita simak. Yaitu, di hampir setiap penaklukan kota dan negeri, cara kekerasan selalu pada pilihan terakhir. Tidak ada politik bumi hangus, balas dendam, asal hukum, dan sebagainya. Setidaknya, hal itu terlihat pada penaklukan terbesar pada sejarah dakwah Rasulullah saw.: yaitu Fathul Mekkah.

Siapa yang masuk ke Masjidil Haram, ia selamat. Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, ia juga selamat.” Begitulah kira-kira hawa perdamaian dan keselamatan yang ditebarkan Rasul pada penduduk Mekah. Sebuah komunitas yang pernah begitu besar melakukan permusuhan terhadap diri dan misi Nabi saw.

Baca lebih lanjut

Pernyataan Sikap Fraksi PKS DPR RI: Kasus Ahmadiyah dan Bentrokan Monas

PKS menyerukan seluruh kader, anggota dan pendukungnya untuk terlibat aktif dalam kegiatan penyadaran kehidupan beragama, meluruskan berbagai penyimpangan ajaran agama dan membangun budaya musyawarah dalam menyelesaikan berbagai perbedaan pendapat dan konflik

PK-Sejahtera Online:
Terkait Kasus Ahmadiyah dan bentrokan dua kubu di Monas Ahad, 1 Juni 2008, Fraksi PKS DPR RI menyatakan sikap :

Baca lebih lanjut

Filosofi Angsa: Sebuah Renungan*

Seri Taujihat Pekanan Kader PK Sejahtera

Catatan Untuk Naqib: Setelah mendapatkan taujih ini diharapkan kader dapat mengambil ibrah dari kehiduan angsa dalam kehidupan berjamaah.

Ikhwah fillah …
Mari kita renungkan ayat berikut ini;

An Nuur :41. Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. masing-masing Telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Ikhwah fillah ….
Sesuai tema pokok kita pada taujih kali ini, mari kita tadabburi ayat di atas kemudian mari kita tafakkuri kehidupan burung angsa, sebagaimana dalam pembahasan berikut;

Baca lebih lanjut

Tadhhiyah (Pengorbanan)

Seri Taujihat Pekanan Kader PK Sejahtera

Catatan Untuk Naqib: Setelah mendapatkan taujih ini diharapkan kader dapat memahami bahwa amal yang bernilai tinggi memerlukan tadhiyah, Kader merasakan sedih bila tidak bertadhiyah di jalan da’wah , serta mampu bertadhiyah sesuai kapasitasnya masing-masing.

Baca lebih lanjut